Akhir pekan di Panti Asuhan
Pa van der Steur

“ Dari  hari Jumat tgl 18 Agustus hingga  20 Agustus, saya mendapat kehormatan untuk jadi bagian dari panti asuhan yang didirikan oleh Johannes van der Steur pada tahun 1892 yang saat ini dikelola oleh Nel de Borst.

Apa yang tersirat di benak anda ketika akan menuju  ke panti asuhan ?

Sama seperti anda, saya membayangkan akan menemui sebuah bangunan tua yang terbengkalai  yang dihuni oleh anak-anak dengan wajah murung.  Namun pada saat saya tiba di PvdS jam 9 malam, gerbang dari sebuah halaman seluas 2 hektare dibuka oleh seorang penjaga keamanan untuk memperlihatkan sebuah jalan masuk yang rapi dan terawat dengan baik, dipayungi oleh pepohonan yang rimbun dan tinggi di kedua sisi jalan. Menyusuri jalan masuk ini, saya menuju ke sebuah rumah berwarna putih dengan teras terbuka yang dihiasi dengan perabot rumah tangga dengan gaya kolonial,  kursi-kursi  bambu dengan bantal berwarna putih dan sebuah kandang burung di sampingnya.

Sebuah paduan suara yang terdiri dari 65 anak-anak berdiri di samping rumah untuk  menyambut kedatangan kami disertai oleh ‘tante Nel’ dan sepupunya Cherie yang berdiri ditengah-tengah mereka, menyanyikan sebuah lagu yang indah dengan latar belakang suara kesibukan kota Jakarta terdengar sayup-sayup di kejauhan.

Keesokan harinya, anak-anak mulai kesibukan hariannya di hari Saptu dengan latihan hockey jam 06:30.  Mereka menantikan untuk belajar suatu teknik yang baru; mereka menyukai perhatian yang diberikan oleh pelatih dan ingin memperagakan kemampuan mereka. Bila ada anak yang kena bola dan menangis, anak-anak yang lebih tua menghampiri dia dan menghiburnya dengan penuh perhatian.  Dalam sekejap, anak itu sudah tersenyum kembali.  Saya merasa sangat terkesan melihat peristiwa tersebut.

Beberapa jam kemudian, waktu saya berjalan melintasi halaman, saya mendengar alunan suara musik yang datang dari bangunan yang dihuni  oleh  anak laki-laki. Saya ingin tahu berapa besarnya kotak pengeras suara dari radio yang dapat mengeluarkan suara sekeras itu disamping keingintahuan saya tentang lagu itu yang kebetulan saya kenali. Waktu saya masuk ke ruangan itu, saya lihat 2 remaja bermain gitar dan seorang lagi bermain drum dan bernyanyi bersama-sama.  Saya terkejut karena mereka berlatih sendiri tanpa ada yang mengajari mereka. Luar biasa !